Senaka no kage ga nobikiru sono aima ni nigeru
Hagare ochita hane ni mo kizukazu ni tobu
Machikado amai nioi ryuusenn touku mukou kara
Dokoka de kita you na nakigoe
Yokaze ga hakobu awai kibou wo nosete
Dokomade yukeru ka
Sore wo kobamuyou ni sekai wa yurete
Subete wo ubaisaru
Yume nara sameta
Dakedo bokura wa mada nanimo shiteinai susumu
Life has a lot of story. Life can make u feel love, tears, happy, miracle, magic, proud, etc. This is my life and our life... Can u change ur life to be the better one? Although I'll die, my story will be alive in The Secret of Life
Tuesday, December 1, 2009
Lyric After Dark - ASIAN KUNG-FU GENERATION
Lyric Chu Bura - Kelun
Kyou mo naa, sonna ki ga shiteta zutto
Kimi ga waratte kureta shunkan niatarashii sutori ga hajimatta
Chuuburarin na aseta hibi gairuzuitziku no ga wakattan da
Saa, mabuta o aketekodoku ni surigaeteta
Nakushiteta yuuki wo kono te ni kakageyo
Koraeteta namida ima omoidashita kara
Kimi no te wo nigitte monogatari wa hajimaru
Krisis Global dan Dunia Baru
Dunia saat ini sedang kebakaran jenggot. Momok ’Krisis Global’ telah menghantui segala pihak. Krisis finansial yang berujung pada krisis ekonomi global telah menjadi wacana dan perhatian khusus dari hampir seluruh elemen masyarakat, baik di tingkat global, nasi-onal, maupun lokal. Banyak pihak menyadari bahwa krisis ini merupakan sebuah konse-kuensi atas pilihan-pilihan sistem ekonomi yang didasarkan pada fundamen utama di sektor finansial. Krisis ekonomi global semakin menunjukkan kegagalan sebuah ideologi dunia, yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi dengan sistem kapitalisme sebagai agamanya. Yang tidak terelakan lagi adalah kapitalisme internasional saat ini telah mencengkram kuat, mendominasi dan mengendalikan negara-negara di dunia.
Krisis yang terjadi saat ini sebenarnya bukanlah krisis yang baru di dunia. Peristiwa krisis ekonomi selalu berulang dengan pelaku yang bisa berbeda dengan watak yang sama, dan selalu ditangani dengan resep yang sama, serta hanya berpihak pada kelompok yang memiliki kekuasaan, baik secara ekonomi maupun secara politik, sehingga selalu mengor-bankan kelas yang paling rendah. Siklus krisis ekonomi global ini pada akhirnya tidak pernah menemukan jalan keluar yang terbaik bagi kebanyakan penduduk dunia.
Dalam konteks Indonesia, krisis global yang terjadi semakin mengancam negeri ini, karena pilihan ekonomi bangsa ini juga mengikuti ideologi ekonomi dunia yang rentan terha-dap krisis. Demikian pula dengan pilihan-pilihan solusi yang dipilih oleh Indonesia untuk merespon krisis ini, tidak lebih mengikuti aliran kapital yang sama. Dana talangan yang dianggarkan oleh pemerintah, hanya sepuluh persen yang ditujukan bagi sektor riil, selebih-nya diperuntukkan bagi penyelamatan di sektor finansial yang justru menjadi sumber krisis ekonomi dunia yang bersandar pada ketamakan sebagai logika dasar dari sistem ekonomi ini yang didorong akumulasi keuntungan sebesar mungkin dengan biaya semurah mungkin, dan bertumpu pada produksi kotor antara lain industri ekstraktif dengan mengabaikan keberlanjutan sumber-sumber kehidupan rakyat.
Indonesia yang selalu mengejar kenaikan angka pertumbuhan, mendorong menguat-nya kerapuhan ekonomi dan sistem pertahanan kehidupan di tingkat komunitas. Kita lihat kekayaan alam Indonesia telah dikuasai oleh sekelompok kecil korporasi dengan berhasilnya kelompok pemodal yang bergumul dengan penguasa dalam melahirkan kebijakan-kebijakan negara yang mengarah pada sebuah penguasaan skala luas untuk kepentingan kelompoknya dan meminggirkan hak-hak komunal rakyat Indonesia. Bahkan 85 persen sumber minyak bumi dan gas alam Indonesia telah dikuasai oleh korporasi asing, lahan-lahan produktif rakyat telah berganti dengan hamparan perkebunan besar dan lubang-lubang tambang, pesisir dan laut Indonesia telah pula dikapling-kapling, hingga semakin menyempitnya ruang hidup bagi rakyat di tanah tumpah airnya. Hal ini jelas memperparah keadaan yang sudah gawat.
Penguasaan kekayaan alam Indonesia melalui pemberian perizinan pemerintah dan permufakatan tanpa melibatkan rakyat, juga telah memperbanyak pengungsi pembangunan. Hal ini juga diikuti oleh berkurangnya kemampuan bertahan hidup, berkurangnya alternatif sumber-sumber kehidupan, serta melemahnya daya bangkit rakyat di tengah pertarungan global dan meningkatnya krisis.
Krisis ekonomi global ini berlangsung ketika dunia juga menghadapi krisis ekologis, krisis energi, krisis pangan, dan ancaman perubahan iklim yang tak terbendung. Dalam situasi seperti ini, dapat dibayangkan hanya mereka yang kaya dan kuat lah yang memiliki mobilitas lebih tinggi untuk menyelamatkan diri dan akan lebih mampu mengakses sumber-sumber daya yang tersisa. Sementara kelompok petani, buruh, nelayan, serta kelompok rentan lainnya, selalu menjadi kelompok yang paling mungkin dikorbankan oleh sistem ekonomi saat ini untuk terus melanggengkan siklus produksi pasar.
Jatuhnya harga komoditi perkebunan hingga level yang terendah telah mendorong terjadinya gangguan kejiwaan para petani akibat tidak terjualnya hasil panen, sebagaimana yang terjadi di Jambi, dimana ratusan petani sawit mengalami gangguan kejiwaan dan dua orang petani memutuskan untuk bunuh diri. Petani juga menghadapi kelangkaan alat-alat penopang produksinya, serta semakin berkurangnya kemampuan produktivitas lahan pertanian mereka, bahkan lebih sering terjadi kegagalan panen akibat bencana ekologis.
Buruh-buruh industri tekstil, manufaktur, perkebunan besar, pulp dan kertas, perkayu-an, serta pertambangan telah mulai di-PHK ataupun dirumahkan. Dikeluarkannya peraturan bersama empat menteri di sektor ketenagakerjaan juga mengakibatkan buruh hanya dapat memilih dua pilihan: bekerja dengan upah minimum atau “mati”. Kondisi-kondisi tersebut semakin menunjukkan bahwa krisis finansial ini telah berdampak besar bagi negara-negara yang dasar ekonominya menopang pada sistem ekonomi global yang rentan dilanda krisis.
Dampak krisis finansial global baru terasa di Indonesia pada bulan September 2008, walaupun salah satu pemicu krisis kali ini telah menyeruak pada bulan Agustus 2007. Gejala yang telah tampak sejak awal tahun 2008, belum juga direspon dengan cerdas oleh pemerintah Indonesia yang justru semakin mendorong terjadinya ketidaksiapan Indonesia dalam menghadapi krisis finansial yang terjadi. Sejumlah faktor regional menjadi salah satu pendorong meningkatnya dampak krisis terhadap kehidupan rakyat.
Gerakan politik hijau baik di tingkat global maupun nasional sudah mengingatkan bahwa krisis ini sesungguhnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rentetan panjang krisis yang lain. Di Indonesia, selain krisis ekonomi juga terjadi krisis energi, air, pangan, dan dampak dari akumulasi perubahan iklim. Dimensi krisis global yang terjadi adalah juga krisis kelangsungan hidup dimana kerusakan-kerusakan ekologi, dan rusaknya jaminan tepenuhinya kebutuhan pokok telah mencapai tingkat yang tidak terpulihkan. Dalam krisis energi misalnya, kita menilai bahwa krisis ini bukan hanya disebabkan oleh faktor harga dan penguasaan yang mempengaruhi harga dunia, tetapi juga ditentukan oleh bagaimana produksi, penggunaan dan emisinya berpengaruh terhadap meningkatnya suhu bumi yang kemudian menyebabkan menurunnya produktivitas pangan dan terjadinya perubahan iklim.
Namun, semua krisis ekonomi yang secara nyata dialami oleh rakyat di berbagai ruang hidupnya, belum mampu digerakkan untuk menjadi salah satu pendorong terjadinya krisis sosial dan politik. Karenanya, di bawah ini ada sebuah rumusan kecil yang diharapkan dapat mewujudkan sebuah cita-cita membangun dunia baru yang berpijak pada sebuah fundamen yang kuat, antara lain:
· Mengembangkan kuasa rakyat atas sumber daya alam untuk kedaulatannya. Demokrasi kerakyatan juga harus didorong secara terus menerus untuk meningkatkan kapasitas orang perorang dengan menghargai pengetahuan dan pengalaman individu, dan memprioritaskan kelompok yang tersubordinasi baik secara kultural maupun struktural seperti yang dialami oleh perempuan yang tersubordinasi secara politik dan kultur.
· Bagaimana sumber daya alam dapat terdistribusi secara adil dan merata bagi rakyat dan tidak terakumulasi pada segelintir kelompok. Kunci untuk mewujudkan keadilan sosial adalah pemerataan alokasi dan distribusi sumber daya sosial, lingkungan hidup (alam) yang berlangsung dari tingkat lokal, nasional hingga tingkat global. Hal ini untuk menjamin pemihakan yang kuat terhadap kelompok terlemah di dalam masyarakat, jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar manusia, adanya jaminan bagi semua warga negara memiliki kebebasan dan kesempatan untuk mengembangkan kehidupan pribadi dan sosial, sekaligus tanggung jawab sosial dan ekologinya. Tercakup di dalam perwujudan keadilan sosial adalah penghargaan terhadap pluralisme budaya, keadilan gender, masyarakat adat dan keadilan antar generasi.
· Penguasaan dan pengelolaan sumber-sumber kehidupan rakyat haruslah berlandaskan semangat berdikari dan kekuatan daya kreasi rakyat secara kolektif di tingkat lokal. Hak menguasai negara atas cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang atas bumi, air, dan kekayaan alam untuk sepenuh-penuhnya kemakmuran rakyat, memiliki legitimasi apabila memang didedikasikan kepada kepentingan hak asasi warganya. Kepentingan rakyat atau hak asasi rakyat, terutama dalam hal akses terhadap bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dijadikan sarana utama dan tujuan akhir dari hak menguasai negara. Dengan demikian, maka peran modal bersifat sekunder dan komplementer, bukan substitusi pengelolaan oleh rakyat.
· Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Salah satu komponen terpenting dari lingkungan hidup dan menjadi prasyarat kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia adalah alam. Alam menjamin pemenuhan kebutuhan sekaligus menjadi ruang hidup manusia. Namun, alam memiliki keterba-tasan untuk menunjang kehidupan manusia. Untuk itu kita perlu menghargai inte-gritas ekosistem dan menjamin keanekaragamannya sebagai prasyarat untuk mendu-kung kelangsungan kehidupan manusia. Dengan itu sekaligus terdapat jaminan bagi generasi saat ini untuk melangsungkan perikehidupannya dengan baik, dan jaminan generasi mendatang untuk menikmati kualitas alam yang sama baiknya. Sehingga pilihan pengelolaan sumber daya alam tidak bertumpu pada sentralisasi teknologi, melainkan terdesentralisasi melalui teknologi yang dapat dikuasai oleh rakyat di tingkat lokal.
Selain beberapa saran di atas, seharusnya pihak-pihak yang terkait bisa memberikan dorongan agar gerakan sosial bersama-sama berjuang untuk mengembalikan peran dan fungsi negara sebagai pelindung rakyat dan memenuhi hak-hak asasi rakyat, termasuk didalamnya hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Dalam konteks global, sebenarnya kita dapat mengatakan bahwa dari berbagai kejahatan terhadap lingkungan dan kemanusiaan dan fakta kegagalan di dalam memberikan resep perbaikan ekonomi dunia oleh aktor-aktor yang berada di belakang sistem kapitalisme, antara lain, lembaga keuangan internasional seperti World Bank, ADB, IMF dan lembaga perdagangan dunia seperti WTO, semakin menunjukkan bahwa mereka tidak relevan dilibat-kan sebagai bagian dari masyarakat dunia untuk menangani krisis. Karenanya, pemerintah hendaknya menyerukan agar PBB yang mendorong keadilan sosial dan kesejahteraan bersa-ma, dapat ditegakkan kembali, dengan pra-syarat utama bahwa PBB juga harus mereformasi kelembagaannya yang selama ini telah dikooptasi oleh negara-negara kaya, lembaga keuangan internasional dan Trans-National Corporations (TNC)/Multi-National Corportation (MNC). Pemenuhan pembayaran atas utang ekologis yang dilakukan oleh lembaga keuangan internasional dan TNC/MNC menjadi bagian penting dari penghormatan dan pemenuhan terhadap hak asasi manusia.
Tidak hanya itu, dorongan agar terbangunnya kekuatan kolektif rakyat untuk bersatu dan bergerak untuk mewujudkan dunia baru dengan kemandirian ekonomi, keadilan sosial dan keberlanjutan ekologis bagi seluruh rakyat juga sangat penting. Semangat perjuangan dan perlawanan rakyat Indonesia harus terus dikobarkan dalam meraih cita-cita kemerdekaan Indonesia. Bukankah dengan kebersatuan semua pihak dengan mengesampingkan ego masing-masing dapat sedikit mengobati luka yang timbul akibat krisis global ini.
MASIH ADAKAH RASA PERCAYA PADA PENEGAK HUKUM
Ketika ditanya tentang konsistensi aparat penegak hukum, jujur saya ragu. Di satu pihak, saya merasa ada sebagian yang masih bisa dibilang jujur, tapi itu kisaran kecil. Karena di sisi lain, terbukti dengan jelas mereka bisa menjual hukum dengan mudah, tapi tentu saja dengan harga yang tidak murah.
Terdengar tragis ketika seorang remaja terpaksa mendekam di penjara berbulan-bulan hanya karena mencopet dompet ibu-ibu di sebuah bis. Ketika diinterogasi, uang itu ingin dipakai untuk makan keluarganya, tidak lebih. Berbeda lagi ketika ada sebuah kasus dimana buruh kakao menjadi tahanan rumah saat menemukan tiga buah kakao tapi dituduh mencuri, bahkan di dalam surat tertulis dia telah mencuri 5 kg kakao. Ini menunjukkan mudahnya terjalin kerja sama antara pencuri sesungguhnya dengan aparat dan mereka menggunakan kambing hitam seorang buruh yang dituduh mencuri.
Berbeda lagi cerita tentang koruptor. Ck,ck,ck.... Sungguh hebat...hanya sedikit yang tertangkap. Yang lainnya bebas dengan banyak alasan, ada yang karena tersangka telah kabur ke luar negeri, terdakwa sakit parah, kurang sukup bukti lah, dll. Kalau pun berhasil diamankan, hukuman yang dijatuhkan tak lebih dari bui selama beberapa bulan.
Remaja yang mencuri uang Rp 100.000,00 mendapat hukuman penjara dengan jumlah yang sama dengan pengusaha yang mencuri uang rakyat sebesar Rp 1.000.000.000,00. Sangat ironis. Itu semua merupakan cuplikan kecil dimana pengadilan berkuasa membuat sebuah sandiwara yang bisa berakhir bahagia atau malah sebaliknya. Kami heran, sebenarnya buku macam apa yang dijadikan patokan dalam mengambil sebuah vonis peradilan. Apa benar UUD(Ujung-Ujungnya Duit)?
Komisi Pemberantasan Korupsi pun turun tangan untuk membantu kinerja Polri. Sayangnya, itu justru menjadi boomerang bagi pihak penegak hukum karena nyatanya dalang di balik kasus KKN ada campur tangan polisi. Tak ingin ambil risiko, kini KPK-lah yang menjadi sasaran empuk aparat, bukan lagi tikus-tikus kepala hitam berperut buncit. Para pengayom masyarakat disibukkan mencari maling sandal jepit dan masalah KPK, ketimbang mengejar koruptor. Wajar sih, karena kalau KPK dibiarkan, citra Polri akan semakin buruk karena terbukti membantu mengeruk uang rakyat.
Saat mereka dengan bangga berkoar telah berhasil menangkap maling, sebenarnya apa yang mereka dapatkan?? Sebuah kebohongan umum yang tak pantas dipublikasikan. Sungguh memalukan. Aku memang tak mengerti isi buku perundang-undangan, masyarakat pun awam akan peraturan peradilan. Tapi satu hal yang kami tahu dan seharusnya mereka juga tahu adalah kebenaran dan keadilan tidak akan pernah bisa ditukar dengan harta. Sampai mati, pasti akan diminta pertanggungjawabannya. Bila tidak terkuak di dunia, di akhirat pun nantinya akan digelar persidangan yang akan membuka kedok seluruh pelaku utama penyelewengan dana rakyat.
Selain itu, yang tidak habis pikir adalah orang-orang yang duduk di atas pastinya sebagian besar diisi oleh kaum-kaum intelektual. Kemana ilmu-ilmu kejujuran yang mereka peroleh sejak TK hingga perguruan tinggi? Apakah musnah begitu saja. Ketika ada pihak yang berusaha menyadarkan dan membangun sebuah kejujuran, justru malah berusaha dilenyapkan. Susah memang jadi orang baik di negeri para bedebah. Jelas saja banyak orang berbondong-bondong jadi orang jahat. Jika dibiarkan, mau jadi apa negara ini? Benar-benar kiamat!!
Apakah idealisme yang mereka anut ketika muda telah hilang terkikis oleh uang? Tidak ada yang tahu alasannya ketika mereka yang dulu berseru HIDUP MASYARAKAT, kenyataannya malah menyengsarakan rakyat di kemudian hari. Aku hanya bisa berharap calon-calon generasi penerus tidak mudah terjerumus ke lubang yang sama seperti pendahulu mereka karena hukum itu untuk ditegakkan, bukan untuk diperjualbelikan. Aku juga sebagai iron stock berusaha sekuat mungkin berkata benar jika itu memang benar, tidak ada kepalsuan yang disembunyikan. Ingat salah satu bunyi Sumpah Mahasiswa: Kami, mahasiswa Indonesia berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan. Itu lah yang harus dijunjung seumur hidup karena kejujuran ada di dalam hati, bukan dalam kantong yang bisa keluar-masuk seenaknya sendiri. Itulah kejujuran, rasa yang hanya dimiliki seseorang yang akan mencapai kemenangan yang hakiki.
Dyah Anggraeni
Sidoarjo
22.30 WIB
KAMI JUGA MANUSIA
Aku sendiri....
Menepi di sudut ruangan gelap
Hanya berteman bayangan palsu
Dingin menyeruak tiap nadi
Tak ada yang peduli
Mereka hanya melihat kami
Memberikan estimasi yang menusuk kalbu
Tanpa mereka tahu di balik semua ini
Aku memang ODHA
Lalu apa pedulimu?
Kalian tak pernah membela kami
Kami hanya dianggap sampah
Sampah yang harus dibuang jauh
Jauh ke luar galaksi
Kenapa?
Karena kami ODHA?
Karena kami punya kelebihan virus baru?
Virus yang terus akan menggerogoti kami
Virus yang akan membusukkan kami perlahan-lahan
Kami tahu, kami hina di mata kalian...
Tapi apa ini yang dibilang setanah air?
Kami juga manusia biasa
Yang pernah mencicipi dosa
Tak adakah secercah kelembutan yang bisa membuat kami tersenyum?
Sedikit saja,
Agar kami bisa merasakan hidup untuk kedua kalinya.....
NB: Aku harap puisi di atas bisa mengubah keadaan mereka, meski hanya sedikit. Selalu berikan senyuman harapan sehangat mentari pagi bagi mereka, karena mereka butuh itu untuk membantu mereka berjuang hidup....
Important Day

Tanggal 1 Desember…..
Hari ini hari HIV/AIDS sedunia….
Hmm, emang masih tabu y, berbicara tentang penyakit ini…
Bawaannya sensitif..
Tapi, justru karena dianggap tabu itulah orang-orang jarang ada yang mau share tentang virus maut ini. Udah lebih dari 25 juta nyawa melayang karena kekejaman penyakit ini…. Must u know, sampai sekarang, belum ditemukan vaksin/ obat penyembuhnya!
Oke, emang banyak yang udah tahu kepanjangan dari apa HIV/AIDS, tapi, boleh lah aku bahas lagi….
HIV(Human Immuno Deficiency Virus).
AIDS(Acquired Immune Deficiency Syndrome). Nah, AIDS ini nama penyakit yang ditimbulkan oleh HIV itu! Jadi, HIV mengakibatkan AIDS, jangan kebalik, y, guys!!!
AIDS mulai dikenal tahun 1981, ketika Pusat Pengontrolan Penyakit di Atlanta, USA meneliti sarcoma Kaposi yang banyak diderita kaum homoseksual. Setelah diteliti, baru tahu penyebab penyakit init uh HIV.
Buat yang tergolong “Mereka yang Paling Berisiko”, hati-hati y!!! Siapa saja yang masuk golongan ini? Check it out!
Pengguna narkoba jarum suntik
Pasangan pengguna jarum suntik(bisa karena bikin tattoo atau suntik di klinik/rumah sakit) coz jarumnya itu belum steril
Transfusi darah
Penjaja sex
Bayi
Biasanya HIV merembet ke penderita lain lewat:
Cairan mengandung HIV : jadi ada cairan darah/cairan kelamin/ASI yang mengandung virus ini.
Inokulasi: jumlah virus yang cukup untuk menularkan.
Ada jalur masuk untuk cairan yang terkontaminasi itu untuk masuk ke dalam tubuh. Misalnya saja kita sedang sariawan, trus kita berciuman ma penderita HIV. Bisa jadi bibir kita yang luka terinfeksi virus HIV dan g menutup kemungkinan kita bisa terjangkit.... So, u must think twice before kissing.....
Siklus Hidup HIV.....
Virus mengaitkan diri dengan permukaan sel
Inti virus trus masuk ke sel dan RNA-nya diubah jadi DNA
DNA virus masuk ke nukleus dan mengkombinasikan diri dengan sel DNA tubuh
Copy RNA dibuat, lalu meninggalkan nukleus
Terbentuk RNA viral baru
Komponen viral baru berkumpul di permukaan sel
Partikel virus baru muncul dari sel
HIV itu sukanya nyerang limfosit T penolong. Padahal tau ndiri, kan sel ini berfungsi mengaktifkan limfosit T dan limfosit B sebagai antibodi. Kalau imun kita diserang, otomatis kita rentan banget kena disease-disease lain.
Asal tau aja, normalnya, limfosit orang normal ± 1.000sel/mikroliter darah. Nah, pada ODHA, limfosit T-nya cuma ±200 sel/mikroliter darah. Penderita AIDS biasannya mudah terjangkit meningitis, TBC, kanker darah, herpes, dll.
Ada gejala-gejalan yang biasa ditunjukkan penderita HIV/AIDS, misalnya:
Jamur di mulut (kanker kulit)
Radang paru PCP
Batuk lebih dari 3 bulan
Pembengkakan kelenjar getah bening
Keringat malam
Diare lebih dari 1 bulan
Berat badan turun lebih dari 10 kg
Tapi, eh, tapi, jangan salah, penyakit ini tidak ditularkan melalui jabat tangan, berpelukan, menggunakan alat makan-minum yang sama, gigitan nyamuk, tinggal serumah, berenang bareng, terkena keringat atau air mata penderita. So, kamu g usah lebay ma ODHA(orang Dengan HIV/AIDS)!
Nah, laksanakan A-B-C-D-E wat mengubah perilaku kita!
A-bstinent(pantangan sex bebas)
B-e faithful( setia, regh!)
C-ondom (cegah dgn kondom, tapi bukan berarti sex boleh bebas asal pakai kondom lho, y! Tetep Hindari Free Sex!)
D-ont use injection(jangan mau pake jarum suntik bekas, toh sama-sama bayar, minta yang baru!)
E-ducation(pendidikan, penting banget nih)
Emank kita tidak tahu seseorang terkena AIDS hanya dengan penglihatan, harus ada tes darah untuk uji cobanya. Tapi, jika memang orang yang kita sayangi tertular virus itu, berperilaku lah seperti biasa. Jangan pernah memicingkan sebelah mata pada ODHA karena Bagaimana pun ”dia” sodara kita! Mereka juga manusia yang butuh support, bukan malah didiskriminasi! Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memerhatikan mereka?!
Saturday, November 28, 2009
WhO Am I???
Namaku Dyah Arum Angraeni, lebih akrab dipanggil Dyah. aku lahir di kota metropolitan, Surabaya, tanggal 18 Agustus 1991 pukul 19.40 WIB. Terlahir sebagai anak sulung, aku memiliki seorang adik perempuan berumur 12 tahun. Kami sekeluarga tinggal di daerah Sedati, Sidoarjo.
Sebagai seorang gadis, fisikku tergolong biasa saja, nothing special. Tubuhku tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 155 cm. Perawakanku juga dibilang kurus dengan warna kulit sawo matang. aku juga tidak berkaca mata. Karena aku agak tomboy, aku lebih suka menggunakan sepatu kets dan memakai celana panjang daripada rok. aku sering mengenakan kemeja lengan panjang jika di area kampus. Jilbab yang kupasang juga yang bermodel langsung pakai karena aku orangnya simple dan susah berdandan. aku memang terlihat standard karena aku kurang suka menarik perhatian orang dengan pernak-pernikku.
Meski tergolong standard, aku tidak ingin dinilai biasa saja karena aku juga punya kelebihan. aku tahu di era globalisasi seperti sekarangi ini, aku dituntut untuk disiplin. Jika aku sering mengolor-olor waktu, banyak pekerjaan yang akhirnya selesai dengan melewati deadline. aku adalah tipe orang yang senang bekerja. aku tidak terlalu suka membuang-buang waktu untuk hal yang kurang penting. Bagiku, waktu adalah segalanya. aku bertanggung jawab atas semua kinerjaku, oleh sebab itu aku berusaha selalu on time. Kejujuran selalu aku utamakan dalam beraktivitas, aku menjauhi korupsi dalam segala hal, baik itu uang, waktu, dan yang lainnya. aku meminimalisir kerugian terhadap diri dan orang lain yang ditimbulkan oleh kegiatanku yang gagal. aku tidak suka melihat orang lain rugi karena perilakuku. Jika aku sudah berkecimpung dalam sebuah bidang, akan kuselami bidang itu sedalam mungkin. setiap aku bertekad dalam menyelesaikan suatu hal, aku akan selalu mencoba berorientasi penuh dalam pekerjaan itu.. aku tidak suka diganggu dalam memecahkan masalah, dengan tegas aku menolak hal-hal yang akan menghambat tugasku tadi. aku akan berusaha semaksimal mungkin. Pantang bagiku untuk menyerah jika aku sudah tertarik dalam suatu permasalahan. Semangatku juga akan membantuku dalam mengurai persoalanku itu. aku tidak boleh plin plan dalam menjalani hidup, dengan harapan prinsip akan selalu kupegang teguh kapan pun dan dimana pun. Prinsip hidup bukan untuk main-main, tapi dijadikan patokan dalam melangkah, misalnya saja keyakinan. Dalam bermasyarakat, aku berusaha berprasangka baik pada tingkah laku siapa pun. Don’t judge a book by its cover, mungkin saja penampilan luar seseorang tidak sama dengan sifat-sifatnya. Dengan berpikiran positif, akan banyak manfaat yagn bisa diambil, misalnya saja meredam emosi, melatih sabar, dan memperbanyak kawan. aku mencoba untuk selalu mencari pelajaran yang berharga dalam setiap hal. Dan pelajaran itu tidak selalu ada di depan. Mungkin saja jika kita menggali lebih dalam, akan terkuak sisi-sisi yang bisa diambil dan diaplikasikan. Setiap peristiwa pasti mengandung suatu makna yang besar yang berguna untuk memperbaiki diri agar tidak mengulang kesalahan yagn sama.
Tidak ada gading yagn tak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Selain kelebihan, aku juga punya banyak kekurangan. Misalnya saja percaya diriku yang kurang. aku muidah sekali gugup jika harus berhadapan dengan banyak orang, apalagi jika belum mengenal. Jika sudah begitu, susah sekali untuk berargumen karena syaraf rasanya terganggu. Ditambah lagi tangan dan nada suara yang bergetar, membuatku tampak memalukan didepan umum. Cara berpikirku yang kurang rasionalis juga membuatku tidak ssabaran dalam memecahkan suatu pekerjaan, akhirnya terkadang terlibat sedikit debat dengan teman karena aku keras kepala dengan pendapatku, meski pada akhirnya kita sama-sama mencari jalan keluar yagn terbaik. Dalam bekerja, aku sering pesimis pada hasil. aku selalu merasa kinerjaku jelek, tidak memuaskan, dan mendapat nilai buruk. Jika sudah begitu, terkadang di tengah jalan muncul sifat malas, sifat yang sebenarnya kubenci karena membuatku menunda-nunda suatu hal. Sifat itu pula yang menjauhkanku dari kesuksesan. Dalam hal emosi, Sebenarnya mudah sekali menyulut amarahku karena aku sensitif. Ada suatu hal saja yang berkaitan dengna hati, akan mudah menyinggungku. Entah itu menimpa temanku, orang lain, atau diriku sendiri. Efeknya luas, kadang aku meledak-ledak atau malah menangis. Jika sudah maksimal, aku akan marah dengan caraku, diam. aku tidak mau berbicara untuk beberapa waktu dengan lawanku. Perilaku buruk dalam diriku tidak hanya itu. aku orang yang sangat ceroboh. Banyak hal yang kusepelekan akhirnya berdampak buruk padaku, Misalnya saja dalam menjaga badan. aku pekerja yang over sehingga waktu tidurku kurang. Akhirnya dalam berkendara motor dari rumah ke kampus sering mengantuk dan beberapa kali hampir jatuh. Belum lagi sifat pelupaku yang parah. aku sering sekali lupa dalam menghafal rumus atau tempat saat aku meletakkan suatu benda. Contohnya saja peristiwa kunci motor yang jatuh atau masih tergantung di sepeda motor. Hal itu sudah sering terjadi meski akhirnya kunci tersebut selalu bisa kembali ke tangan dengan berbagai jalan. Dalam menjalin hubungan pertemanan, jujur aku kurang supel. Networkingku kurang luas dan aku agak sulit bergaul dengan lawan jenis.
Beberapa kelebihan di atas akan terus dijaga karena untuk bertahan dalam zaman ini dibutuhkan sifat-sifat tersebut. Jadi, dengan sering diamalkan dalam kehidupan, kelebihan itu akan menjadi kebiasaan yang melekat dalam diri sambil terus mencari hal-hal baik lainnya tentunya. Sedangkan kekurangan-kekurangan aku selalu berusaha aku persempit agar tidak menggangu hasil yang dicapai. Misalnya saja mengenai emosi yang susah dikendalikan. aku akan berusaha mendinginkan ppikiran agar bisa berpikir jernih dan tidak mengedapankan nafsu, dengan kata lain aku terus me;atih kesabaran. Mengenai masalah dengan orang lain, diam adalah cara yang menurutku baik karena dengan diam kita sama-sama instropeksi dan akhirnya saling berbicara untuk meminta maaf dan meluruskan masalah. Tentang kepercayaan diri, aku berusaha berlatih agar tidak canggung di depan umum. Misalnya dengna berbicara dalam forum, presentasi, berbaur dengna masyrakat, dll. Meski pesimis, terkadang hasil yang kudapatkan tidak sejelek yang kupikirkan membuatku termotivasi untuk selalu optimis memandang ke depan. Agar jaringan persahabatan aku luas, aku sering mengikuti organisasi2 yang notabene pasti memberikan efek pada segi networking.
Pind bnder
Suatu hari nanti, aku ingin sekali menjadi orang yang berarti. Tidak hanya sekadar manusia biasa yang menjalnkan aktivitas yang monoton. aku ingin berperan aktif dalam suatu hal, tapi entah apa itu nanti. Yang pasti aku tidak mau diam ketika melihat bangsaku jika semakin bobrok. aku ingin mengubah sifat-sifat buruk menjadi sosok yang lebih baik di masa datang. aku tidak ingin lemah dan termakan zaman. aku akan berjuang sebagai penerus bangsa sesuai bidangku. Jika negara sedang bimbang, akan kubantu dengan tulisanku. Jika negra sedang krisis moral, akan kubantu dengan ilmuku. aku akan mencoba ikut mewujudkan tujuan nasional negara kita dengan caraku sendiri.
Masuk dalam dunia perkuliahan, aku harus bersikap lebih dewasa untuk mewujudkan impian-impian ku tadi. Salah satu cara mendapat sikap itu adalah dengan mengikuti Pengkaderan. Pengkaderan sebagai suatu proses untuk beradaptasi dan juga merubah pola pikir mahasiswa menjadi lebih kritis, meluas, dsb, dengan harapan yang dikader bisa menjadi individu yang lebih baik. di sini ditanamkan idealisme mahasiswa itu untuk menerapkan sikap disiplin dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. aku juga berusaha meningkatkan jiwa sosial kemasyarakatan sejak dini, karena proses kaderisasi mengajari aku bagaimana mereka bisa mengenal lingkungan dan mencari penyelesaian atas masalah itu, syukur-syukur bisa terjun langsung ke masyarakat untuk menyelesaikannya. Dengan terciptanya jiwa peduli ke masyarakat maka akan timbul nurani yang selalu mendukung rakyat dalam mengambil keputusan. Demikian halnya dalam pemerintahan ataupun dalam dunia kerja nantinya senantiasa mendasarkan kegiatan-kegiatan itu menguntungkan dan tidak mengganggu keadaan masyarakat banyak. Pengkaderan bagiku merupakan momentum untuk mengubah, mengubah sesuatu menjadi benar, bukan pembenaran atas segala hal. Ketika korupsi kita katakan salah, yah salah. Pengkaderan dalam pengertianku bukan sebagai ajang untuk mencetak jiwa yang berontak tetapi menanamkan jiwa yang mengakui kebenaran itu sebagai hal yang benar dan harus dijalankan. Memang susah untuk menjadi orang benar karena resikonya orang yang menganggap dirinya benar selalu ditentang(salah satu isi buku Catatan Seorang Demonstran) . dengan cara ini aku berharap bisa mengubah pola pikir menjadi lebih baik dan dapat diterapkan selamanya bukan hanya pada saat berada di institusi itu. aku harus Ingat kita dikader kemaren imbasnya sampai sekarang dan sampai pada saat dewasa nanti. Pengkaderan sebagai penegasan fungsi dan peran mahasiswa, aku tidak mau peran dan fungsi mahasiswa hilang begitu saja setelah di hadapkan dengan dunia kerja yang jauh menghancurkan idealisme berfikir kita. aku juga akan terus belajar berdasar pengalaman-pengalaman sehingga aku memiliki bekal untuk menantang masa depan.
Mengenai proposal hidup setahun ke depan, aku telah merencanakan beberapa hal. aku berhasil masuk dalam ITS merupakan kebanggan tersendiri bagiku dan orang tuaku. Jadi, aku tidak ingin membuat orang tuaku kecewa. yang pasti, di tahun pertama aku akan berusaha stand by, dan tidak kena drop out! Tidak hanya mampu bertahan, aku juga akan mencari ilmu seluas mungkin sehingga nilai IPK aku min. 3. Dalam satu tahun ini pula, aku harus sudah bergabung dalam himatika dan ikut berperan aktif bersama angkatan. Di samping itu, aku juga harus aktif dalam UKM Sastra Jepang dan LPM karena mereka jembatanku untuk menggali potensiku lebih dalam. aku berusaha memanage waktu sebaik mungkin agar bisa ikut seminar/ workshop bahkan jika mungkin aku lah yang menjadi panitia karena mencari pengalaman yang sama belum tentu akan terulang untuk kedua kalinya.
Sesuai esai pertamaku, personalityku termasuk korelis dengan perbandingan korelis:sanguinis:melankolis:plegmatis=30%:25%:25%:20%. Jadi, sebenarnya kepribadian korelis tidak menjadi hal dominan dalam pola berpikirku, meski kuakui aku orang yang berusaha untuk selalu kuat dalam menghadapi sesuatu. Tipe-tipe kepribadian ini yang sesuai dengan diriku antara lain: tahu apa yang diinginkan, terus berusaha untuk mendapatkannya dengan caranya sendiri. tidak mudah digugah, harus memperbaiki kesalahan, Sangat memerlukan perubahan, Berkemauan kuat dan tegas, Tidak mudah patah semangat, Bebas dan mandiri, Bisa menjalankan apa saja. Berorientasi target, Terorganisasi dengan baik, Mencari pemecahan praktis, Bergerak cepat untuk bertindak, Mendelegasikan pekerjaan, Menekankan pada hasil, Merancang kegiatan, Mau bekerja untuk kegiatan, senang bekerja,Berkembang karena saingan. Dan kelemahannya yaitu keras kepala, mudah marah, cenderung bossy, bisa manipulatif dan tidak punya perasaan, Tidak terlalu perlu teman, ceplas-ceplos, tdk sabaran, tdk puas, dan tdk mau mengaku kalah.
Aku rasa sudah cukup aku mendeskripsikan siapa diriku.semoga saja kelak aku bisa menjadi lebih baik. I’ll try to do the best for the future.