Saturday, July 30, 2011

Ketika yang telah pergi, diizinkan untuk kembali..-Mukjizat Allah-

Subhanallah,,subhanallah,,subhanallah..
Sunggu bnr2 ni kejaiban Mu ya Allah ya Rabb..
Tdi mlm, saat q dn tmn2 pulang dr Simpang Lima Kediri, kami kembali ke asrama.
Keadaan asrama sudah sepi karena semuanya sudah terlelap dalam mimpinya.
Aku pun segera shalat, juga Elsa.
Sedangkan Dika dan Wiwik masih sibuk dengan telpon nya.

Saat sedang bersiap untuk tidur, tiba-tiba terdengar suara tangisan yang cukup keras.
kami yang masih terbangun segera menuju kamar teman kami tersebut, kami berusaha buk apintunya, tapi gagal.
Kami terus menggedor.

Tiba-tiba teman sekamarnya mmbuka pintu, syukurlah, ternyata yang menangis itu tidak sendiri di kamar.
Kami pun segera merangsek masuk dan melihat apa yang terjadi.
Risma menangis keras.
Kata mbak Ima, dia tadi habis trima telpon, dan tiba-tiba saja menangis karena ada kabar bahwa eyangnnya meninggal.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Mbak Risma terus sesenggukan.
Kami pun Cuma bisa menyuruhnya sabar dan mengiklhaskan.
Mbak Ima juga bilang si Risma itu punya asma.
Kami bertambah kawatir karena saat itu tentor dan penjaga asrama sedang tidak ada di tempat dan asrama kami lumayan jauh dari rumah sakit jika terjadi apa-apa.

Saat sedikit reda, kami menyuruhnya minum dan ia pun berkata:
Ima, Ami( sebutan utk neneknya mb Risma) ku itu yang ngerawat q dari bayi merah smpe q gede gini.
Ami tinggal sendirian di kamar sempit.
Ga ada seorang pun di rumah itu, dan Ami itu g mau tinggal ma anak-anaknya karena g mau ngrepotin.
Kebayang g se waktu bliau meniggal gimana.
Ga ada yang tau!!

Aku pengin pulang sekarang!
gimana bisa saat dia meniggal cucu kesayangannya malah di sini?!

Mb Ima pun hanya bisa menenangkan sambil terus memegang pundaknya: ini semua takdir.
Kita juga g bisa pulang sekarang karena situasinya juga g memungkinkan.
Aku, DIka, dan Wiwik hanya bisa mengelus2 kaki dan tangannya sambil menyarankn untuk istighfar atau shalat.


Mb Risma mlanjutkan ucapannya sambil sesenggukan:
padahal q beli banyak pin yang mau aku bagikan ke sodara2 di Bandung dan juga untuk ami.
Besok aku harus pulang!
kenapa mala mini g ada jadwal kereta?!
Berapa jam sih naik bis ke Bandung?!

Aku hanya berpikir.

Tidak mungkin ia pulang ke Bandung sendirian dalam keadaan kayak gini.
bisa-bisa diganggu atau dirampok orang, atau mungkin tiba-tiba asma nya kumat di jalan.
Tapi dia pun tidak bisa di sini, karena meski ada kelas, dia g mungkin bisa konsenteasi, takutnya malah nangis di kelas atau asma nya kambuh.


Mb Risma pn mlanjutkn:
makanya dari kemarin q firasat g enak terus
Mata q juga kedutan terus..
Q juga ingin menangis terus.
Q kemarin kan bilang ke kamu kan, Ima, Ami ku itu habis jatuh.
Orang tua kan beda kalo ma qt yang masih muda kalo jatuh.

Udah, kalian tidur aja!
aku malu
Aku Cuma gangguin kalian

Ima, q mimpi kan?!
Ini Cuma mimpi di siang bolong kan?!

Q pun hamper nangis dan bilnag: g kog,,mbak..tenang aja…Sabar,,mbak…
Hari semakin larut dan q g bisa berbuat apa-apa di kamar itu.
Akhirnya q pun balik ke kamar.
Syukurlah ternyata g da teman lain yang terbangun.


Esok paginya, q melihat mbak Ima kluar kamar.
Aku sedang asyik FB an di gazebo langsung Tanya:
Gmana keadaan mbak Risma?


Dan pernyataan mbak Ima benar2 mengejutkan q:
Subhanallah, jam setengah 2 pagi tadi, ada yang telpon lagi dan mengatakan nenek nya hidup lagi!

seketika itu q mrinding dan air mata lagi-lagi mau kluar.


Mbak Ima mlanjutkan:
Jadi, Ami nya Ima Cuma meninggal 2 jam aja. Ternyata bliau hidup lagi. Ima seneng banget dan dia bisa istirahat tuh sekarang. mungkin Allah masih kasih kesempatan Risma untuk bertemu Ami lagi


Q tak henti nya ucapkan Subhanallah dan Alhamdulillah..
Sungguh ini cerita yang hebat sekali dn q senang bisa mendapatkannya di sini..
Q blajar banyak hal di sini…

No comments:

Post a Comment